DJABARPOS.COM – Penjara seharusnya jadi tempat penebusan dosa dan refleksi diri. Tapi kenyataan di Lapas Bandung justru membuat publik geram.
Sebuah rekaman video viral dari akun TikTok “Waspada Scammer Cinta” membongkar ironi kelam ini.
Pesta Syukuran Hasil Menipu
Dalam video itu, sejumlah warga binaan tampak bersantai dan menyantap hidangan lezat.
Bukan perayaan remisi. Mereka disebut menggelar syukuran karena berhasil menipu para wanita, khususnya Tenaga Kerja Wanita/TKW yang sedang berjuang di negeri orang.
Berbekal ponsel selundupan dan keahlian merayu, para narapidana ini menjalankan operasi love scamming dari balik jeruji.
Modus: Jaring Cinta Palsu
Targetnya jelas: wanita kesepian yang mendambakan pasangan ideal di media sosial.
Setelah korban terpikat dan “dimabuk asmara”, para pelaku mulai memainkan skenario darurat fiktif. Alasannya beragam, tujuannya satu: memeras uang dari jarak jauh.
Video tersebut langsung memicu tsunami kecaman warganet. Banyak yang menyoroti lemahnya sistem keamanan lapas. Bagaimana mungkin napi masih bisa bebas beraksi dan merugikan masyarakat dari dalam penjara?
Lebih miris, kolom komentar berubah jadi posko pengaduan korban. Akun `zaraaaa` mengaku keluarganya kehilangan hingga Rp200 juta karena tertipu cinta fiktif dari oknum napi.
Kasus ini jadi tamparan keras dan alarm bahaya bagi siapa saja yang berkenalan di dunia maya.
Seperti diingatkan akun `phitet`: waspada adalah tameng utama. Jika “pangeran berkuda putih” tiba-tiba minta transfer uang, putus kontak segera sebelum tabungan Anda jadi modal pesta di balik jeruji.

