DJABARPOS.COM, Kab Bogor – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi mendampingi Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Menristek Dikti), Nadiem Makarim meninjau simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 1 Citeureup serta vaksinasi di SMK Kesehatan Annisa Kabupaten Bogor, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga : SMKN 1 Kota Cimahi Gelar Uji Coba PTM

Kadisdik menjelaskan, peninjauan tersebut guna memastikan pelaksanaan simulasi PTM terbatas berjalan kondusif dan sesuai pedoman yang diterapkan. Karena, saat berbincang dengan siswa, mereka sangat senang bisa melakukan PTM.

“Hampir semua anak didik lebih senang pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran jarak jauh,” ungkapnya.

Ia menuturkan, ada berbagai faktor yang membuat siswa lebih senang PTM. Di antaranya, pembelajaran lebih jelas, penjelasan guru membangkitkan semangat belajar siswa, dan materi lebih mudah dipahami. 

“Satu hal penting lainnya, pembelajaran tatap muka lebih efektif dan lebih kena untuk pembentukan karakter anak,” imbuhnya.

Baca Juga : Kadisdik Jabar Tinjau PTM di SMKN 9 dan SMKN 13 Kota Bandung

Kadisdik menjelaskan, sebanyak 1.741 SMA, SMK, dan SLB di Jabar telah siap melaksanakan PTM terbatas. Jumlah tersebut pun masih akan terus bertambah. “Sebagian besar sekolah juga sudah proses (melaksanakan PTM). Pekan ini, mereka (sekolah) masih memenuhi persyaratan dan izin dari gugus tugas di daerahnya,” tuturnya.

Vaksinasi bagi Siswa Berjalan Pararel Bersama PTM Terbatas

Kadisdik menambahkan, persyaratan PTM terbatas tidak mewajibkan siswa divaksin seluruhnya. “Namun, vaksinasi bagi siswa tetap dilakukan bertahap dan pararel (sambil berjalan). Sekolah juga sudah menyiapkan QR code bagi siswa melalui aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.

Kadisdik pun mendorong satuan pendidikan dan dukungan orang tua untuk memastikan anak Jabar dapat mengenyam pendidikan dengan aman dan sehat.

Lihat Juga : DPD RI Mengapresiasi Pelaksanaan PPDB Jawa Barat 2021

Wapres Dorong Sekolah Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Sementara itu, Wapres menegaskan, pelaksanaan PTM terbatas harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Saya harapkan, satuan pendidikan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Lihat Juga : Ketua Komisi V DPRD Jabar, Apresiasi Kesuksesan PPDB Jawa Barat 2021

Saat meninjau vaksinasi, Wapres berharap kegiatan vaksinasi ini mampu memberikan perlindungan maksimal bagi para siswa dalam kegiatan PTM terbatas. “Mengingat ancaman Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, saya minta semua pihak tetap berhati-hati dan waspada dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya. (Arsy/Hms)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *