DJABARPOS.COM, Jakarta – Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, tidak hanya diproyeksikan menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum itu juga disiapkan memberikan manfaat luas bagi sektor energi, pengendalian banjir, hingga pengembangan pariwisata.
Memasuki Juni 2026, progres pembangunan bendungan tersebut telah mencapai 94,99 persen dan ditargetkan segera beroperasi untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat.
Selain mengairi sekitar 4.950 hektare lahan pertanian, Bendungan Bulango Ulu akan menyediakan pasokan air baku sebesar 2.200 liter per detik bagi masyarakat dan berbagai sektor pelayanan.
Keberadaan bendungan juga diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir hingga 43 persen atau sekitar 629 hektare kawasan yang selama ini rentan terdampak genangan.
Tidak hanya itu, pemerintah turut menyiapkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 megawatt serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 80 megawatt.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur air memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody.
Menurutnya, pengelolaan air menjadi faktor penting dalam mencapai target swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dengan fungsi yang semakin beragam, Bendungan Bulango Ulu diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur sumber daya air, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor energi bersih dan pengembangan kawasan wisata baru. (Arsy)

