DJABARPOS.COM, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung pelaksanaan APBN di Jawa Barat hingga akhir Juli 2026.
Berdasarkan laporan Kanwil DJPb Jawa Barat, kinerja APBN di provinsi ini menunjukkan hasil positif.
Realisasi APBN Jabar s.d Juli 2026:
– Pendapatan Negara: Rp85,61 Triliun
– Belanja Negara: Rp63,59 Triliun
– Surplus Regional: Rp22,02 Triliun
Penerimaan negara juga tumbuh 6,81% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi perpajakan, realisasinya mencapai Rp81,30 Triliun atau tumbuh 7,35%. Industri pengolahan jadi penyumbang terbesar dengan kontribusi Rp30,60 Triliun.
Meski angka-angka itu bagus, Menkeu Purbaya mengingatkan APBN jangan cuma jadi “angka di atas kertas”.
“Setiap rupiah anggaran harus mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, mendukung pembangunan, serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Jawa Barat,” tegas Purbaya.
Artinya, surplus ini harus dibelanjakan produktif. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sampai program yang langsung menyentuh UMKM dan warga.
Jabar sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar di Indonesia punya peran penting. Kalau APBN jalan efektif, dampaknya bisa ke penyerapan tenaga kerja dan daya beli masyarakat.
Kemenkeu akan terus pantau agar belanja negara tepat sasaran dan tidak tersumbat di birokrasi.(**)

