Pesan Wamen PANRB di Polda NTT: Pelayanan Buruk Rusak Kepercayaan

DJABARPOS.COM, Kupang – Kepercayaan masyarakat disebut menjadi taruhan terbesar dalam pelayanan publik. Ketika pelayanan lambat, rumit, dan tidak transparan, dampaknya bukan hanya pada citra lembaga, tetapi juga menurunkan keyakinan publik terhadap pemerintah.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto saat mengunjungi Polda Nusa Tenggara Timur di Kupang, Rabu (13/5/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Purwadi menyoroti pentingnya pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, pengalaman warga saat berurusan dengan layanan pemerintah menjadi penentu tumbuh atau hilangnya kepercayaan publik.

“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun hanya melalui kebijakan, tetapi melalui pengalaman pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika kita melayani dengan cepat, ramah, transparan dan solutif, maka kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Wamen Purwadi saat memberikan arahan di Polda NTT, Kota Kupang, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai institusi kepolisian memegang peran penting karena menjadi salah satu wajah pelayanan negara yang paling sering ditemui masyarakat. Karena itu, kualitas layanan aparat disebut harus terus diperkuat, baik dari sisi integritas maupun responsivitas.

Purwadi juga mengingatkan reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada perubahan prosedur semata. Menurutnya, perubahan budaya kerja menjadi bagian paling menentukan dalam menciptakan pelayanan yang dipercaya publik.

“Pelayanan publik harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang sederhana, mudah diakses, dan memberikan kepastian. Layanan di institusi Kepolisian memiliki peran strategis dalam menghadirkan pelayanan yang mampu membangun rasa percaya masyarakat kepada pemerintah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi transformasi layanan yang dilakukan Polda Nusa Tenggara Timur, mulai dari digitalisasi pelayanan hingga peningkatan fasilitas publik.

Kunjungan kerja tersebut juga diisi dialog bersama jajaran kepolisian terkait tantangan pelayanan di daerah. Purwadi berharap kolaborasi antara Kementerian PANRB dan kepolisian terus diperkuat agar kualitas pelayanan publik semakin berdampak nyata bagi masyarakat. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *