DJABARPOS.COM, Jakarta – Restoran Mie Gacoan tidak bisa dapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ini tanggapan Mie Gacoan. Mie Gacoan tidak bisa dapat sertifikasi halal dari MUI lantaran tidak memenuhi salah satu kriteria Sistem Jaminan Halal (SJH) yang telah ditetapkan oleh LPPOM MUI.

Kriteria tersebut adalah penggunaan nama. Dalam kriteria disebutkan bahwa nama produk tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada hal yang menimbulkan kebatilan.

Namun, Mie Gacoan menamai beberapa produknya dengan sebutan mie setan, mie iblis, es genderuwo, es tuyul hingga es pocong. Dalam hal ini, pihak Mie Gacoan mengeluarkan tanggapan melalui siaran pers yang dilansir detikFood (22/08).

Berikut ini penjelasan resmi Mie Gacoan:

  1. Penjelasan Soal Nama ‘Mie Gacoan’

Daryl menyebutkan bahwa arti kata ‘Gacoan’ sendiri lebih mengarah pada makna ‘jagoan’.

Juru bicara PT Pesta Pora Abadi yang menaungi bisnis MieGacoan, DarylGumilar, menegaskan tak ada sama sekali niat buruk dalam memberikan nama produk.

Daryl menyebutkan bahwa arti kata ‘Gacoan’ sendiri lebih mengarah pada makna ‘jagoan’. Arti kata itu sebagaimana yang diuraikan pada definisi yang tertulis pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring.

“Saat ini merek Mie Gacoan telah tumbuh menjadi market leader, utamanya di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kepulauan Bali dan sedang dalam jalur kuat untuk berekspansi menjadi merek terbesar nomor 1 secara nasional,” ujar Daryl.

“Di sinilah makna kata gacoan itu menjadi sangat relevan untuk disandingkan sebagai makna ‘jagoan’, dan bukan berarti ‘taruhan’,” lanjut Daryl.

  1. Mendukung Milenial Produktif

Konsep utama yang diusung dari Mie Gacoan adalah bersantap modern dengan harga terjangkau.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan konsep utama yang diusung dari Mie Gacoan adalah bersantap modern dengan harga terjangkau. Orientasi utamanya memberikan kepuasan konsumsi dengan mengedepankan inovasi.

“Rasanya tak mungkin menjadikan tempat kami sebagai ruang untuk melakukan taruhan. Justru kami ingin menghadirkan tempat bersantap mie bagi pelajar dan mahasiswa agar tetap produktif sekaligus eksis,” jelasnya.

Bentuk dukungan untuk mendorong kaum milenial tetap produktif itu ditandai dengan sejumlah fasilitas seperti: wifi, colokan listrik, hingga playlist musik terupdate.

“Harapan kami tentunya ingin membuat konsumen betah dan selalu ingin kembali lagi,” ujarnya.

  1. Permintaan Maaf

Daryl menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kegelisahan terkait dengan proses sertifikasi halal yang masih dijalani.

Mengenai hal ini, Daryl menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kegelisahan terkait dengan proses sertifikasi halal yang masih dijalani.

Ia mengatakan tak ada niat buruk yang hendak diusung oleh Mie Gacoan.

“Justru kami sangat sadar bahwa sertifikasi halal ini menjadi penting bagi konsumen kami semua,” tuturnya.

Pihak Mie Gacoan juga akan terus berusaha dan bersinergi secara baik agar proses ini bisa berjalan sesuai harapan. Lantas bagaimana dengan bahan baku yang digunakan?.

  1. Menggunakan Bahan Makanan yang Halal

Secara tegas, Daryl menjelaskan bahwa untuk bahan baku yang digunakan Mie Gacoan telah mengedepankan aspek halal dan higienis. Jadi, semua menu yang ditawarkan aman dikonsumsi oleh muslim.

“Jadi tidak ada niat sama sekali dari kami untuk menghilangkan kepercayaan dan keyakinan dari konsumen yang selama ini sudah setia menyantap bersama rekan dan keluarganya di Mie Gacoan,” tutup Daryl.(Dadan/Inin)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *