Indonesia Dorong Diplomasi Air Dunia di Forum Internasional Tajikistan

DJABARPOS.COM, Dushanbe – Indonesia terus memperluas peran diplomasi internasional dalam isu ketahanan air global. Langkah itu ditegaskan melalui kehadiran delegasi RI pada Dushanbe Water Conference 2026 yang berlangsung di Dushanbe, Tajikistan, pada 25–28 Mei 2026.

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan tantangan air global kini semakin kompleks karena berkaitan langsung dengan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi dunia.

Menurut dia, akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi pekerjaan besar banyak negara di tengah meningkatnya kebutuhan suplai air untuk industri modern.

“Air kini menjadi sumber daya strategis yang juga menopang ekonomi digital global. Jika sebelumnya konflik perebutan sumber daya berfokus pada minyak dan lahan, ke depan kompetisi global diperkirakan akan semakin berkaitan dengan penguasaan dan akses terhadap air,” kata Arrmanatha Nasir.

Konferensi Dushanbe Water Conference merupakan inisiatif Pemerintah Tajikistan bersama PBB untuk memperkuat implementasi Water Action Agenda dan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya SDG 6 terkait air bersih dan sanitasi.

Presiden Tajikistan Emomali Rahmon saat membuka konferensi turut menyoroti tantangan besar dunia dalam memenuhi akses air dan sanitasi layak.

Forum internasional ini dihadiri delegasi dari 110 negara serta 75 organisasi internasional. Utusan Sekjen PBB untuk isu air Retno L.P. Marsudi juga hadir dalam agenda tersebut.

Selain mengikuti konferensi utama, delegasi Indonesia turut menghadiri Asia-Pacific regional preparatory meeting for the UNWC2026 yang digelar UNESCAP pada 25 Mei 2026.

Pertemuan regional itu membahas percepatan target SDG 6 sekaligus memperkuat kemitraan negara-negara Asia Pasifik menuju UN Water Conference 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kehadiran Indonesia di forum tersebut juga menjadi lanjutan peran aktif Indonesia setelah menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, pada Mei 2024.

Pemerintah menilai isu air dan sanitasi kini menjadi bagian penting dari agenda strategis nasional, termasuk mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan sumber daya air dan ketahanan pangan nasional. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *