Terdampak Underpass Gatsu, Gardu Listrik Zaman Belanda Tak Dihancurkan Tapi Digeser

DJABARPOS.COM, Cimahi – Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Kota Cimahi dipastikan akan berdampak pada bangunan cagar budaya.

Bangunan gardu listrik peninggalan zaman Belanda yang berada di jalur proyek akan terdampak. Namun warga Cimahi tak perlu khawatir. Bangunan bersejarah itu tidak akan dihancurkan.

Pemerintah memilih opsi memindahkan demi menjaga nilai sejarahnya.

“Dampak pembangunan underpass terhadap bangunan heritage hanya kena di gardu listrik saja. Pohon-pohon besar peninggalan zaman Belanda juga tidak ditebang karena memiliki nilai sejarah,” ujar Walikota Cimahi Ngatiyana usai penanaman pohon di pelataran Masjid ABRI Jalan Gatsu, Selasa 15 September 2026.

Menurut Ngatiyana, penanganan terhadap cagar budaya menjadi perhatian utama dalam proyek kolaborasi antara Pemkot Cimahi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Opsi teknis yang dipilih yaitu dengan menggeser posisi bangunan tanpa merusak struktur aslinya. Artinya, pembangunan jalan tetap maju, sejarah tetap terjaga.

Langkah ini patut diapresiasi. Banyak proyek infrastruktur di Indonesia yang kerap mengorbankan heritage. Cimahi memberi contoh berbeda. Modernisasi tidak harus menghapus masa lalu.

Pohon-pohon besar peninggalan Belanda di sekitar Gatsu juga dipastikan tidak ditebang. Nilai sejarah dan ekologinya dijaga.

Underpass Gatsu sendiri diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga. Proyek strategis ini ditargetkan menjadi solusi mobilitas warga Cimahi-Bandung.

Pembangunan untuk masa depan, tapi tidak melupakan akar sejarah. Itu Cimahi hari ini.
(Nino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *