DJABARPOS.COM, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menargetkan TPOS Gedebage rampung dan mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027. Fasilitas ini disiapkan untuk menjawab krisis sampah yang selama ini jadi PR besar kota.
Dengan kapasitas 300 ton per hari, TPOS Gedebage dibangun lewat kolaborasi Pemkot Bandung, Kemdiktisaintek, dan BPI Danantara.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut TPOS ini sebagai terobosan penting. Selama ini Bandung belum punya TPA sendiri dan masih bergantung pada TPA Sarimukti milik provinsi, serta nantinya Legok Nangka.
Keunggulan TPOS Gedebage ada pada konsep desentralisasi. Sampah tidak perlu semua diangkut jauh ke TPA, tapi bisa diolah di wilayahnya masing-masing.
Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa menjelaskan, sampah akan diolah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF). SRF adalah material bernilai kalor tinggi yang bisa dipakai sebagai bahan bakar industri, refinery, hingga boiler.
Artinya, sampah tak hanya berkurang volumenya, tapi juga punya nilai ekonomi.
Pemkot juga memastikan teknologi yang dipakai ramah lingkungan dan sosial. Sistemnya tertutup dan dilengkapi penangkap bau agar tidak mengganggu warga sekitar.
Jika berjalan, TPOS Gedebage bisa jadi model pengelolaan sampah perkotaan. Dari masalah, jadi solusi dan sumber energi.
Menurutmu, selain Gedebage, wilayah Bandung mana lagi yang paling butuh TPOS biar nggak numpuk di Sarimukti? (Ade Suhendi/ErHaz)

