DJABARPOS.COM, Bandung – Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan program strategis Pemerintah Kota Bandung sejak dilantik. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026).
Erwin menyebut dirinya tidak pernah diajak membahas APBD, pergeseran anggaran, anggaran perubahan, program kerja Kota Bandung, hingga rotasi mutasi pejabat.
“Terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh wali kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak,” ujar Erwin.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal menjabat. Ia hanya beberapa kali mengikuti pertemuan bersama Wali Kota Bandung, sementara pembahasan kebijakan strategis tidak melibatkannya.
Minimnya pelibatan itu membuat Erwin mengaku tidak mengetahui sejauh mana realisasi program dan janji politik yang diusung saat Pilkada. “Saya juga ingin mengawal janji politik kita kepada masyarakat. Apakah ini berjalan sesuai RPJMD atau tidak, saya belum tahu juga,” katanya.
Erwin mengaku sudah beberapa kali memberi masukan, namun kewenangan tetap berada di Wali Kota dan Sekda. Selama ini ia fokus menjalankan tupoksi, termasuk saat dipercaya memimpin Satgasus untuk menertibkan miras, reklame liar, dan prostitusi.
Ia berharap hubungan kerja dengan Wali Kota dapat kembali terjalin.
“Wali kota dan wakil itu seperti suami istri, harus saling melengkapi. Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali bersinergi untuk Kota Bandung,” pungkasnya.(Ade Suhendi/ErHas)

