Akses ke Bandara hingga Sentra Ekonomi Dibuka, Infrastruktur DOB Papua Capai Progres 20 Persen

DJABARPOS.COM, JakartaPembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) Papua terus menunjukkan perkembangan. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres fisik sejumlah proyek jalan dan jembatan telah mencapai lebih dari 20 persen pada pertengahan Mei 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat pembangunan wilayah Papua melalui pembukaan akses transportasi menuju pusat pemerintahan, kawasan ekonomi, hingga fasilitas transportasi udara.

Menteri PU Dody Hanggodo menilai infrastruktur konektivitas memiliki peran vital dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Menurutnya, akses jalan yang memadai akan membantu masyarakat mendapatkan layanan dasar secara lebih mudah sekaligus mempercepat distribusi kebutuhan pokok.

Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Bina Marga mengelola anggaran Rp337,83 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan di berbagai wilayah DOB Papua.

Data Kementerian PU menunjukkan hingga 18 Mei 2026 realisasi fisik proyek telah mencapai 20,56 persen dengan realisasi keuangan sebesar Rp56,03 miliar.

Beberapa pekerjaan strategis yang sedang berjalan antara lain pembangunan Jalan Kali Bumi–Bandara Karadiri sepanjang 1,27 kilometer dan Jalan Waroki–Kali Bumi sepanjang 4,13 kilometer di Papua Tengah.

Kedua ruas tersebut diproyeksikan menjadi akses utama menuju infrastruktur transportasi udara yang akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Di wilayah Nabire, pemerintah juga melakukan pelebaran Jalan Batas Kota Nabire–Wanggar sepanjang 7,25 kilometer. Ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting yang menopang mobilitas warga dan distribusi logistik.

Sementara di Papua Selatan, rekonstruksi Jalan Simpang Kuprik–Kampung SP 9–SP 3 Salor terus berjalan untuk memperkuat konektivitas kawasan pemerintahan baru.

Selain pembangunan jalan, Kementerian PU juga membangun Jembatan Kali Bumi Bawah sepanjang 100 meter guna meningkatkan keandalan jaringan transportasi di kawasan yang selama ini terkendala kondisi alam.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan Rp1,17 triliun untuk pembangunan infrastruktur DOB Papua pada tahun 2026 melalui berbagai sektor, mulai dari jalan, sumber daya air hingga infrastruktur permukiman.

Pemerintah berharap pembangunan tersebut mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas peluang investasi di Papua. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *