DJABARPOS.COM, Bandung – Upaya Pemerintah Kota Bandung mengenalkan budaya angklung kepada masyarakat dilakukan dengan cara berbeda tahun ini. Sebanyak 57 grup angklung tampil bergilir di sejumlah pusat perbelanjaan selama rangkaian Road to Bandung Kota Angklung Festival 2026.
Program praacara tersebut berlangsung sepanjang Mei 2026 di lima lokasi berbeda, yakni Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, The Botanica Mall Bandung, Summarecon Mall Bandung, dan Festival Citylink.
Langkah membawa pertunjukan budaya ke pusat keramaian dinilai efektif mendekatkan angklung kepada generasi muda dan pengunjung mal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan pelestarian budaya.
“Festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi gerakan bersama menjaga warisan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas budaya perlu hadir di ruang publik yang dekat dengan masyarakat sehari-hari agar tidak terkesan eksklusif.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang. Berbagai aktivitas seperti lokakarya interaktif hingga parade komunitas ikut menarik perhatian masyarakat.
Puncak kegiatan kemudian digelar di Plaza Balai Kota Bandung pada Sabtu, 6 Juni 2026 dengan melibatkan lebih dari 500 pegiat dan seniman angklung.
Penampilan Ade Astrid menjadi salah satu magnet utama festival. Selain itu, juara Festival Angklung Pelajar Bandung Raya turut tampil di hadapan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyebut keberadaan angklung harus terus dijaga agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menilai budaya lokal akan tetap hidup apabila masyarakat merasa dekat dan terlibat langsung dalam proses pelestariannya.
Pemkot Bandung berharap konsep festival yang menyasar ruang publik modern dapat memperkuat citra Bandung sebagai Kota Angklung sekaligus destinasi wisata budaya. (Ade)

