FKSS Jabar Pertanyakan Tambahan 50 Ribu Kursi Sekolah Negeri, Program SSK Terancam Kehilangan Sasaran

DJABARPOS.COM, Bandung – Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS JABAR) menyoroti rencana penambahan kuota peserta didik baru di sekolah negeri Jawa Barat sebanyak 50.000 kursi melalui peningkatan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar dari 36 menjadi 46 orang.

Menurut FKSS JABAR, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak langsung terhadap Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang baru saja ditandatangani oleh 1.015 sekolah swasta bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sorotan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BMPS Jawa Barat, dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada 19 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Jawa Barat mengajukan tambahan kuota peserta didik baru sebanyak 50.000 calon murid dengan memanfaatkan peningkatan kapasitas rombongan belajar di sekolah negeri.

Berdasarkan informasi yang diterima FKSS JABAR, Kemendikdasmen memberikan persetujuan secara prinsip atas usulan tersebut dengan pertimbangan besarnya jumlah penduduk Jawa Barat dan tingginya kebutuhan layanan pendidikan.

Meski demikian, keputusan tersebut belum final karena masih harus melalui proses verifikasi dan kajian lanjutan.

Dari total usulan 50.000 kursi tambahan tersebut, diperkirakan sekitar 36.000 calon murid berpotensi memperoleh persetujuan.

FKSS JABAR menilai usulan tersebut perlu dicermati karena berpotensi mengubah sasaran utama Program SSK.

Program SSK sendiri dirancang untuk membantu menampung calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri sekaligus memperkuat peran sekolah swasta dalam penyelenggaraan pendidikan.

Saat ini tercatat sebanyak 1.015 sekolah swasta telah menandatangani kerja sama SSK dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ribuan sekolah tersebut telah menyiapkan ruang belajar, tenaga pendidik serta kuota peserta didik sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.

“FKSS JABAR menilai bahwa apabila penambahan kuota tersebut disetujui, maka keberlangsungan program SSK dapat terancam.”

FKSS JABAR berpandangan bahwa tambahan kuota di sekolah negeri dapat mendorong sebagian besar calon murid yang menjadi sasaran utama program SSK untuk lebih memilih sekolah negeri.

Jika kondisi tersebut terjadi, tujuan utama program SSK untuk memberdayakan dan memperkuat peran sekolah swasta dinilai tidak akan tercapai secara optimal.

“Yang paling dirugikan dalam situasi ini adalah kami sebagai pelaksana teknis dan calon murid yang saat ini sedang menentukan pilihan pendidikan. Ketidakpastian kebijakan berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat serta memunculkan berbagai spekulasi yang perlu dijawab secara terbuka dan transparan oleh para pemangku kebijakan. Khawatir jika tambahan kuota ini dimanfaat oleh pihak-pihak tertentu.”

FKSS JABAR meminta pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kebijakan penambahan kuota tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan sekolah, orang tua maupun calon murid yang sedang mengikuti proses SPMB Tahun 2026.

“Sekolah Swasta Kuat, Pendidikan Jawa Barat Bermutu dan Berkeadilan.” (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *