Rp37,12 Miliar Digelontorkan, Danau Dendam Tak Sudah Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Wisata Edukasi Bengkulu

DJABARPOS.COM, Bengkulu – Penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu tidak hanya difokuskan untuk mempercantik destinasi wisata, tetapi juga disiapkan menjadi pusat pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta wisata edukasi berbasis lingkungan dan budaya.

Melalui proyek senilai Rp37,12 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum membangun berbagai fasilitas publik yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu fasilitas utama yang dibangun adalah Kancah Selera yang akan menjadi pusat kuliner khas Bengkulu sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk unggulan daerah kepada wisatawan.

Selain itu, pemerintah membangun Panggung Kecik, Panggung Gedang, Balai Temu, dan amfiteater yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pertunjukan seni budaya, festival daerah, hingga berbagai kegiatan masyarakat.

Penataan kawasan juga dilengkapi pembangunan titik pandang sunrise view, penataan lanskap, jalan lingkungan, drainase, serta storytelling signage yang menyampaikan sejarah, legenda, dan pentingnya menjaga kelestarian Danau Dendam Tak Sudah sebagai kawasan cagar alam dan taman wisata alam.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur pariwisata harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui tumbuhnya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan UMKM, serta berkembangnya sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Danau Dendam Tak Sudah berada sekitar 5,2 kilometer dari pusat Kota Bengkulu atau dapat ditempuh sekitar 15 menit melalui jalur darat. Dengan penataan tersebut, kawasan ini diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan nasional yang memadukan keindahan alam, budaya lokal, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *