Kementerian PU Mulai Tata Danau Dendam Tak Sudah, Bengkulu Siap Punya Destinasi Wisata Kelas Nasional

DJABARPOS.COM, Bengkulu – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu sebagai upaya meningkatkan daya saing sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dody, Kementerian PU terus berkomitmen mengawal pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan wisata.

Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu yang memiliki panorama alam sekaligus nilai sejarah dan budaya yang kuat. Nama danau tersebut berasal dari legenda masyarakat setempat mengenai kisah cinta yang tidak pernah berakhir dan hingga kini menjadi bagian dari identitas budaya Bengkulu.

Penataan kawasan dilakukan pada lahan seluas sekitar 4 hektare di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati. Berbagai fasilitas akan dibangun, mulai dari Kancah Selera sebagai pusat kuliner, Balai Temu, Panggung Kecik, Panggung Gedang, amfiteater, bangunan ticketing, penataan lanskap, jalan kawasan, drainase hingga pemasangan storytelling signage yang menceritakan sejarah dan budaya Danau Dendam Tak Sudah.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Bengkulu.

Pekerjaan penataan kawasan menggunakan anggaran APBN Tahun 2026 sebesar Rp37,12 miliar. Proyek dimulai pada 21 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 dengan masa pelaksanaan selama 225 hari kalender.

Melalui penataan tersebut, pemerintah berharap Danau Dendam Tak Sudah berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Pulau Sumatera yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat sektor pariwisata berbasis pelestarian lingkungan dan budaya. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *