DJABARPOS.COM, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi matematika siswa secara menyeluruh mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa SMA se-Jawa Barat dari FMIPA ITB, Edy Tri Baskoro, usai peluncuran hasil Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa se-Jawa Barat di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (5/5/2026).
“Matematika merupakan core competency yang harus dikuasai oleh semua siswa dari semua level. Matematika adalah fondasi untuk memahami perkembangan bidang-bidang lain, science, engineering, semuanya,” ujar Prof. Edy.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut sejalan dengan kondisi nasional yang sebelumnya tercermin dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Kompetensi matematika di Indonesia masih sangat rendah. Hasil TKA menunjukkan itu dan temuan pemetaan kita meng-emphasize hal yang sama,” tegasnya.
Pemetaan dilakukan melalui platform online testing MathERA dengan melibatkan 3.046 siswa dari 157 SMA negeri dan swasta di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Hasilnya, skor rata-rata provinsi berada di angka 500 atau setara rerata skala Programme for International Student Assessment (PISA) internasional.
Distribusi kompetensi siswa terbagi dalam empat level. Sebanyak 39,40 persen siswa berada di level I atau pemahaman konseptual dasar, sedangkan 35,78 persen berada di level II atau kemampuan prosedural.
Artinya, lebih dari 75 persen siswa Jawa Barat masih berada pada kemampuan dasar dan hanya mampu menyelesaikan soal-soal rutin.
Sementara itu, hanya 1,12 persen atau 34 siswa yang berhasil mencapai level IV, yakni kemampuan problem solving tingkat tinggi yang menjadi standar minimum dalam UTBK maupun asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS. (Arsy)
Jangan Lewatkan : ITB Ungkap Ketimpangan Kompetensi Matematika Antarwilayah di Jawa Barat

