DJABARPOS.COM, Bandung – Hasil pemetaan kompetensi matematika siswa SMA se-Jawa Barat yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan masih adanya kesenjangan kemampuan matematika antarwilayah di Jawa Barat.
Ketua Tim Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa SMA se-Jabar dari FMIPA ITB, Edy Tri Baskoro, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan strategi intervensi berbasis wilayah.
Pemetaan yang dilakukan terhadap 3.046 siswa dari 157 SMA negeri dan swasta di 27 kabupaten/kota menunjukkan tujuh wilayah dengan capaian tertinggi, yakni Kabupaten Pangandaran, Kota Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung.
Sementara itu, wilayah dengan capaian terendah meliputi Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
Menurut Prof. Edy, peningkatan kompetensi matematika harus difokuskan pada dua aktor utama, yakni siswa dan guru.
“Guru memegang kendali dalam pembelajaran. Tapi tidak sedikit guru matematika yang latar belakangnya bukan matematika. Ada yang dari sains, bahkan sosial. Ini yang perlu kita perbaiki, baik kemampuan mengajarnya maupun kemampuan matematikanya itu sendiri,” ujarnya pada Selasa (5/5/2026).
Selain itu, hasil pemetaan juga menunjukkan bidang aljabar, geometri dan pengukuran, serta matematika lanjut dan kalkulus menjadi materi dengan capaian paling lemah.
ITB bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat menilai penguatan kualitas guru dan pembelajaran matematika menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing pendidikan di Jawa Barat. (Arsy)

