DJABARPOS.COM,Kota Bandung – Maraknya informasi mengenai aksi begal di Kota Bandung kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah video yang beredar di media sosial memicu kekhawatiran warga, terutama pengguna sepeda motor yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Polrestabes Bandung memastikan aksi kejahatan jalanan memang masih terjadi. Namun, polisi juga menegaskan bahwa tidak semua video yang viral di media sosial merupakan kasus pembegalan.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi mengungkapkan, selama periode 1 hingga 21 Juli 2026, jajaran Polrestabes Bandung berhasil mengungkap 15 kasus kejahatan jalanan dengan mengamankan 19 tersangka.
Dari pengungkapan tersebut, delapan kasus merupakan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), enam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal, serta satu kasus kepemilikan senjata tajam. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 11 unit sepeda motor, 14 bilah senjata tajam jenis golok dan celurit, kunci T, hingga stik baton.
Pengungkapan itu menunjukkan bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman di sejumlah titik di Kota Bandung. Karena itu, kepolisian terus meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan, serta melakukan penindakan terhadap para pelaku.
Di sisi lain, polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial. Beberapa video yang sempat viral dan disebut sebagai aksi begal, setelah dilakukan penyelidikan ternyata bukan merupakan tindak pencurian dengan kekerasan.
Salah satu video yang ramai diperbincangkan diketahui merupakan peristiwa kecelakaan lalu lintas. Sementara kasus lain yang sempat disebut sebagai korban begal ternyata merupakan tindak pidana pembunuhan yang dipicu persoalan utang-piutang.
Polrestabes Bandung menegaskan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu kejadian sebagai aksi begal sebelum ada hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari kepolisian.
Meski demikian, percobaan pembegalan memang masih ditemukan di Kota Bandung. Salah satunya dialami seorang perempuan di kawasan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, yang nyaris menjadi korban saat berangkat bekerja pada pagi hari. Rekaman CCTV kejadian tersebut sempat viral dan menjadi perhatian publik.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan yang sepi atau minim penerangan, terutama pada malam hingga dini hari. Warga juga diminta segera melapor apabila menjadi korban atau menyaksikan tindak kriminal agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Selain itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.
Dengan penindakan terhadap para pelaku kejahatan serta dukungan masyarakat melalui pelaporan yang cepat dan informasi yang akurat, diharapkan situasi keamanan di Kota Bandung dapat terus terjaga. (Red)

