DJABARPOS.COM, Jakarta – Suasana haru menyelimuti Russian House in Indonesia, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Lebih dari 100 peserta berkumpul dalam Solidarity Event for the Children of Iran & Russia, sebuah aksi kemanusiaan untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban tragedi di Minab, Iran, dan Starobelsk, Rusia.
Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan empati dan doa bagi anak-anak yang kehilangan masa depan akibat tragedi tersebut.
Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum. Hadir pula Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Direktur Russian House in Indonesia Nikita Shilikov, serta perwakilan sejumlah kementerian.
Rangkaian kegiatan diisi dengan aksi simbolis yang sarat makna. Peserta menghias lentera yang kemudian ditempatkan di area memorial, menulis pesan belasungkawa untuk keluarga korban, hingga menghias balon berbentuk burung merpati putih sebagai lambang perdamaian.
Di dalam aula juga dipamerkan dokumentasi tragedi yang terjadi di Iran dan Rusia. Sebuah instalasi memorial berisi 189 burung merpati putih berdiri di atas panggung sebagai simbol anak-anak yang kehilangan nyawa dalam kedua peristiwa tersebut.
Direktur Russian House in Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan kehadiran generasi muda menjadi pengingat bahwa para korban memiliki usia, mimpi, dan harapan yang sama seperti peserta yang hadir.
“Saya melihat banyak anak muda di aula hari ini. Anak-anak yang terbunuh di Rusia seusia Anda. Mereka punya impian. Mereka punya masa depan. Tapi mereka tidak diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa.”
Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi solidaritas ini lahir dari kepedulian masyarakat Indonesia terhadap para korban.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap pesan-pesan yang ditulis peserta dapat menjadi dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan dunia bahwa anak-anak harus selalu mendapatkan perlindungan dalam situasi apa pun. (Arsy)

