42 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Warga Bantul Akhirnya Dapat Bantuan Bedah Rumah

DJABARPOS.COM, Bantul – Setelah puluhan tahun tinggal di rumah sederhana yang nyaris lapuk dimakan usia, seorang warga di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul akhirnya mendapat harapan baru. Rumah yang telah ditempatinya sejak tahun 1984 itu akan segera direnovasi melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari pemerintah.

Kepastian tersebut didapat saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi penerima bantuan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Rumah yang dikunjungi rombongan tampak memprihatinkan. Dindingnya masih menggunakan anyaman bambu yang sudah rapuh, lantainya berupa tanah, dan bangunannya hanya berdiri di atas susunan batu tanpa semen sehingga kurang kokoh untuk ditempati.

Dalam dialog dengan penghuni rumah, diketahui bangunan tersebut telah dihuni selama 42 tahun dan belum pernah menerima bantuan pembangunan maupun renovasi dari pemerintah.

“Alhamdulillah,” ujar Tito Karnavian saat memastikan rumah tersebut masuk dalam program perbaikan melalui BSPS.

Penerima bantuan diketahui telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan pemerintah.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.

Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat hidup lebih sehat, aman, dan layak. Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak rumah tidak layak huni yang dapat diperbaiki sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *