DJABARPOS.COM, Moskow – Isu logam tanah jarang dan mineral kritis makin menjadi perhatian global. Hal itu terlihat dalam Kongres Internasional Redmet-2026 yang mempertemukan lebih dari 750 peserta dari 20 negara.
Forum tersebut digelar oleh Giredmet JSC, bagian dari Divisi Ilmiah Rosatom, dengan dukungan sejumlah lembaga industri, universitas, dan institusi riset Rusia.
Selain membahas pengembangan teknologi logam langka, kongres juga menjadi ajang lahirnya berbagai kerja sama internasional baru.
Salah satu yang paling disorot adalah kolaborasi Giredmet dengan mitra India terkait pengembangan magnet tanah jarang dan material berkemurnian tinggi.
Di forum itu, Rusia juga membahas peluang kerja sama teknologi dengan Vietnam untuk pengolahan logam langka dan pengembangan material industri strategis.
Kongres Redmet-2026 turut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Kementerian Sumber Daya Alam Rusia, hingga Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.
Rosatom melalui divisi ilmiahnya disebut terus memperluas riset teknologi nuklir dan non-nuklir, termasuk pengembangan teknologi material untuk industri masa depan.
Selain fokus pada industri, perusahaan-perusahaan Rusia juga mulai memperkuat program pendidikan dan pengembangan talenta muda lewat kerja sama dengan universitas dan program magang teknologi.
Langkah itu dinilai penting untuk mendukung kebutuhan tenaga ahli di sektor teknologi tinggi yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. (Red)

