Ramadan 2026 di Lapas Sukamiskin Bandung Hadirkan Pembinaan Spiritual yang Humanis dan Menyentuh






DJABARPOS.COM, Bandung – Suasana berbeda terasa di Lapas Kelas I Sukamiskin selama Ramadan 1447 H/2026. Lembaga pemasyarakatan ini menghadirkan rangkaian program pembinaan keagamaan yang berlangsung khidmat dan menyentuh, dengan pusat kegiatan di Masjid Al Muslih. Beragam aktivitas ibadah dan pembinaan spiritual digelar secara terstruktur, melibatkan seluruh warga binaan dan petugas sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran diri, memperbaiki karakter, serta menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum penting dalam proses pembinaan. Ia menegaskan bahwa bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai spiritual, dengan harapan warga binaan tidak hanya menjalani ibadah, tetapi juga mampu mengambil makna dan menerapkannya dalam kehidupan ke depan. Rangkaian kegiatan diawali dengan tarhib Ramadan atau munggahan yang berlangsung penuh kekhusyukan sebagai ajang refleksi diri dalam menyambut bulan suci.

Selama Ramadan, berbagai kegiatan ibadah dilaksanakan secara konsisten, seperti salat tarawih berjamaah dengan pembacaan Al-Qur’an satu juz setiap malam, serta tadarus harian melalui program “One Day One Juz”. Selain itu, kajian keagamaan rutin digelar menjelang berbuka puasa maupun setelah salat subuh, dengan materi yang mencakup pentingnya taubat, kesabaran, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Tidak hanya berfokus pada ibadah, kegiatan sosial seperti bakti sosial Ramadan juga turut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sehingga mempererat hubungan antarwarga binaan maupun dengan petugas.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, warga binaan mengikuti kegiatan i’tikaf untuk meningkatkan kualitas ibadah, serta memperingati Nuzulul Al-Qur’an melalui tausiyah yang memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Al-Qur’an. Pengelolaan zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah juga dilakukan secara tertib dan transparan sebagai sarana edukasi dalam menumbuhkan kesadaran berbagi.

Menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan semakin kuat melalui kegiatan takbir bersama di lingkungan lapas, yang kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah. Fajar menambahkan, pihaknya melihat adanya perubahan positif dari warga binaan selama mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan, terutama dalam semangat beribadah dan mengikuti pembinaan.

Melalui program yang dijalankan secara konsisten dan menyeluruh, Lapas Sukamiskin Bandung menunjukkan bahwa pembinaan berbasis spiritual dapat menjadi pendekatan efektif dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan, sekaligus membentuk pribadi yang lebih baik di masa mendatang. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *