DJABARPOS.COM, Jakarta – Pemerintah pusat mulai menyoroti efektivitas kerja sama luar negeri yang dijalankan pemerintah daerah. Sejumlah program dinilai belum memberikan dampak langsung meski kerja sama internasional terus bertambah dari tahun ke tahun.
Sorotan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir saat peluncuran instrumen monitoring dan evaluasi kerja sama daerah dengan pihak luar negeri di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Tomsi, selama ini banyak kerja sama daerah berjalan tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. Akibatnya, hasil pelaksanaan di lapangan sulit dievaluasi.
Ia menyebut tidak sedikit program yang akhirnya hanya berhenti pada agenda simbolis dan laporan administratif.
“Sekarang ini yang dibutuhkan adalah karya nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi, setiap melaksanakan suatu perjanjian, itu output-nya ke mana? Hasilnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat kita itu apa? Itu yang harus kita pikirkan,” ujar Tomsi.
Instrumen monitoring dan evaluasi yang diluncurkan Kemendagri disebut akan menjadi pedoman baru bagi pemerintah daerah dalam menjalankan kerja sama internasional agar lebih terukur.
Tomsi mengatakan visi Indonesia Emas 2045 tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah pusat. Daerah juga perlu aktif membangun kolaborasi, termasuk dengan lembaga dan negara lain.
Namun ia mengingatkan, kerja sama tersebut harus benar-benar dipersiapkan secara matang.
“Banyak lembaga-lembaga dan negara-negara donor itu juga mau berhubungan, berkomunikasi dengan kita, caranya juga seperti apa [sehingga diperlukan instrumen],” katanya.
Selain persoalan administrasi dan regulasi, Kemendagri juga menyoroti keterbatasan SDM serta pembiayaan yang kerap menjadi hambatan daerah saat menjalankan kerja sama internasional.
Karena itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah diminta lebih aktif membantu kepala daerah dalam memilih mitra luar negeri yang dinilai benar-benar potensial.
“Jadi, disaring dulu. Kemudian, kalau memberi saran, ditanya-tanya dulu ya, dilihat dari teman-teman yang sudah bekerja sama,” ucap Tomsi. (Arsy)

