DJABARPOS.COM, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti budaya kerja birokrasi yang dinilai tidak boleh sekadar mengejar pencitraan pribadi.
Dalam pelatihan camat dan lurah di Hotel Novotel Bandung, Selasa (26/05/2026), Farhan meminta aparatur sipil negara fokus membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan untuk masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari popularitas ataupun banyaknya pengikut.
“Pemimpin hebat bukan yang mengumpulkan pengikut tetapi yang melahirkan pemimpin baru,” kata Farhan.
Ia meminta seluruh aparatur wilayah menjaga integritas dan profesionalisme di lingkungan birokrasi.
Farhan juga secara tegas mengingatkan ASN agar menjauhi praktik gratifikasi.
Selain soal integritas, ia menilai pemimpin di tingkat kewilayahan harus mampu menjadi figur yang responsif dan komunikatif terhadap kebutuhan warga.
Baginya, pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.
Karena itu, aparatur diminta membangun sistem yang tetap berjalan meski pejabat berganti.
Farhan mengatakan tantangan Kota Bandung saat ini semakin berat setelah pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi kota disebut belum sepenuhnya pulih, sementara tekanan pelayanan publik terus meningkat.
“Tekanan terhadap pelayanan makin besar daya tarik Kota Bandung makin tinggi,” ujarnya.
Ia berharap camat dan lurah benar-benar menjadi wajah pemerintah yang dekat dengan masyarakat, bukan sekadar administrator birokrasi. (Ade)

