DJABARPOS.COM, Bandung – Ketika Persib menang, yang bersorak bukan hanya bobotoh.
Perputaran ekonomi Kota Bandung ikut bergerak.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap bahwa performa Persib memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah. Efeknya bahkan terlihat pada penerimaan pajak hiburan yang terus meningkat.
Menurut Farhan, antusiasme masyarakat terhadap pertandingan Persib menciptakan efek berantai yang dirasakan berbagai sektor usaha.
“Ketika Persib menang tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi. Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ujarnya.
Angka tersebut menjadi gambaran bahwa sepak bola tidak lagi sekadar urusan olahraga.
Setiap pertandingan kandang mampu menghadirkan mobilitas warga, meningkatkan konsumsi, dan memperkuat aktivitas bisnis yang berkaitan dengan hiburan serta pariwisata.
Farhan menyebut keberhasilan Persib meraih gelar juara membawa manfaat yang jauh lebih luas dibanding pencapaian di atas lapangan.
“Banyak sekali yang diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara, ekonomi masyarakat meningkat, pariwisata di Kota Bandung juga ikut meningkat,” katanya.
Fenomena ini membuat Pemerintah Kota Bandung menaruh harapan besar agar Persib kembali bersaing di papan atas musim depan.
Bagi pemerintah daerah, prestasi klub kebanggaan warga Jawa Barat itu bukan hanya soal gengsi olahraga. Ada dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha, sektor jasa, hingga industri wisata.
Ketika stadion penuh, hotel ramai. Saat euforia juara muncul, pusat kuliner dan berbagai destinasi ikut merasakan manfaatnya.
Karena itu, keberhasilan Persib kini dipandang sebagai salah satu motor ekonomi kota yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Bandung. (Red)

