Drama BGN Klimaks: Haji Dadan Cs Diborgol Kejagung, Resmi Jadi Tersangka

DJABARPOS.COM, Jakarta – Harapan netizen terkabul. Drama Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki episode klimaks. Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi ditahan Kejaksaan Agung.

Ketiganya tampil mengenakan rompi tahanan warna pink khas Kejagung lengkap dengan borgol. Foto mereka dipublikasikan jajaran pimpinan Kejagung ke publik.

Dari Pencopotan ke Penahanan 1×24 Jam
Kecepatan prosesnya bikin publik geleng-geleng. Selengkapnya:

  1. Selasa malam, 2 Juni 2026: Presiden Prabowo mencopot Dadan, Lodewyk, dan Sony dari jabatan. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut alasannya evaluasi kinerja 1,5 tahun: SOP, tata kelola, hingga kualitas makanan MBG. Nanik S. Deyang langsung ditunjuk jadi Kepala BGN baru.
  2. Rabu dini hari, 3 Juni 2026 pukul 04.00 WIB: Tim Pidsus Kejagung menjemput ketiganya untuk pemeriksaan. Sony sempat tak ada di rumah dan diduga ke luar Jakarta, tapi sekitar pukul 10.00 WIB berhasil diamankan di Jawa Barat.
  3. Menjelang sore, 3 Juni 2026: Status naik jadi tersangka + langsung ditahan. “Malam dicopot, pagi diperiksa, sore diborgol” – netizen menyebut ini evolusi tercepat birokrasi.

Fokus Dugaan Perkara
Kejagung mendalami 2 inti perkara:

  1. Dugaan jual beli titik SPPG: SPPG = Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias dapur MBG. Dugaan beredar: lokasi/izin pendirian SPPG yang harusnya gratis & terbuka, justru diperjualbelikan. KSP Dudung Abdurachman membenarkan info ini jadi salah satu faktor pencopotan Dadan.
  2. Dugaan penggelembungan harga pengadaan: Termasuk pengadaan motor listrik & kaos kaki. Publik mempertanyakan: program gizi kok “nyasar” ke kendaraan & peralatan kaki dalam satu anggaran?

Ironis: Kerja Sama dengan Kejagung
Yang bikin tambah ironis: Maret 2025 BGN justru teken kerja sama dengan Kejagung untuk mengawal anggaran MBG agar tidak bocor. Anggarannya fantastis: Rp71 triliun APBN 2025, melonjak jadi Rp268 triliun APBN 2026.

Ibarat panggil tukang servis atap biar nggak bocor, eh ternyata ruang tamunya sendiri yang bocor.

Kantor BGN Digerebek
Bersamaan pemeriksaan, kantor BGN Jakarta Pusat juga digeledah. Fokus di ruang pimpinan lantai 2, 3, dan 8. Printer, map, lemari arsip mendadak jadi saksi.(**)

Catatan redaksi: Ketiganya masih berstatus tersangka. Berlaku asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *