DJABARPOS.COM, Bogor – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai penentu arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, generasi muda didorong terus meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi keynote speaker pada Pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Di hadapan sekitar 200 peserta diklat, Nusron mengatakan perubahan besar dalam sejarah dunia selalu diawali oleh kebangkitan kaum intelektual. Oleh sebab itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelopor lahirnya berbagai gagasan dan solusi untuk menjawab tantangan bangsa.
“Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa,” jelas Nusron.
Menurutnya, pembangunan nasional tidak hanya membutuhkan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kualitas, integritas, dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Ia menilai mahasiswa merupakan aset penting bangsa yang nantinya akan mengisi berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga profesi lainnya. Karena itu, pola pikir yang dibangun sejak masa kuliah akan sangat menentukan arah Indonesia di masa depan.
Menjelang akhir pemaparannya, Nusron mengajak seluruh kader GMPK untuk terus mengembangkan kemampuan diri, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kepemimpinan, karakter, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.
Ia berharap lahir generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi, solusi, dan semangat persatuan di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks. (Arsy)

