DJABARPOS.COM, Jakarta – Tekanan inflasi pada komoditas beras masih menjadi perhatian pemerintah. Hingga pekan keempat Juli 2026, kenaikan harga beras tercatat terjadi di 152 kabupaten/kota, sementara minyak goreng mengalami tekanan harga di 109 kabupaten/kota.
Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Tomsi menilai perkembangan harga beras dan minyak goreng memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah.
Sebagai langkah pengendalian, Kemendagri mendorong Perum Bulog bersama pemerintah daerah kembali menggencarkan Gerakan Pangan Murah secara lebih luas. Menurut Tomsi, pelaksanaan program tersebut sebelumnya terbukti mampu menekan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga hingga tersisa sekitar 50 daerah.
Selain mencermati perkembangan harga beras dan minyak goreng, Tomsi juga menyoroti disparitas harga bawang putih dari tingkat distributor hingga pengecer.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih optimal terhadap rantai distribusi agar selisih harga tetap berada dalam batas yang wajar. Pengawasan distribusi dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk itu, Kemendagri mengajak kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah memperkuat sinergi dalam pengawasan distribusi komoditas pangan.
Koordinasi lintas instansi diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan Bulog telah menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada awal Agustus 2026.
Program tersebut akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan fokus pada komoditas beras sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satgas Pangan Polri, Kejaksaan, serta jajaran pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. (Arsy)

