Dari Bandung Menuju Kursi Tribrata 2: Rekam Jejak Komjen Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

DJABARPOS.COM, Jakarta — Langkah perwira tinggi Korps Bhayangkara kelahiran Bandung, Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H., resmi mencapai puncak kepemimpinan di Markas Besar Polri. Pria berdarah Sunda kelahiran 4 Juni 1970 ini kini resmi mengemban amanah strategis sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pelantikan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai pemegang tongkat komando Tribrata 2 menjadi bagian penting dari penyegaran dan penguatan struktural di tubuh Polri serta institusi pemerintahan. Kehadirannya di kursi nomor dua kepolisian ini dinilai tepat mengingat portofolio panjangnya yang menggabungkan ketajaman insting reserse di lapangan dengan kapasitas tata kelola anggaran di meja perencanaan Mabes Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 ini mengawali sebagian besar kiprahnya di garis depan penegakan hukum. Namanya mulai diperhitungkan secara nasional saat dipercaya memimpin jajaran kewilayahan sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan pada periode 2012 hingga 2016. Ketegasan serta ketenangannya dalam mengurai berbagai perkara pidana menonjol di ibu kota membawanya melangkah ke posisi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya pada 2016.

Tak berhenti di situ, Wahyu juga menjadi salah satu figur kunci saat kejahatan digital mulai merebak masif di Tanah Air. Ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri pada 2017, membangun fondasi penanganan perkara siber skala besar sebelum kemudian dipromosikan menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2018 dan Wakabareskrim Polri pada 2020.

Memasuki tahun 2021, arah pengabdian jenderal bintang tiga ini bertransformasi ke ranah manajemen strategis. Selama lebih dari lima tahun, ia memegang kendali sebagai Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) Kapolri—yang kemudian mengalami restrukturisasi menjadi Asisten Utama Perencanaan dan Anggaran (Astamarena). Di pos inilah ia mengawal modernisasi operasional, logistik, serta postur anggaran kepolisian di seluruh Indonesia hingga menyandang pangkat jenderal bintang tiga (Komjen).

Kini, berbekal pengalaman lapangan yang matang dan pemahaman menyeluruh terhadap dapur internal korps, putra daerah Bandung tersebut bersiap mendampingi Kapolri membawa Korps Bhayangkara menjawab dinamika kamtibmas dan penegakan hukum modern. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *