Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabanjir, 196 Pasar Kembali Beroperasi

DJABARPOS.COM, Aceh Tamiang – Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah terpukul bencana banjir pada akhir November 2025. Kini, denyut perdagangan kembali hidup, ditandai dengan ramainya pasar dan mulai beroperasinya kembali ratusan toko warga.

Pasar tradisional yang sempat lumpuh kini kembali dipadati pembeli. Warga berangsur kembali beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menghadirkan suasana yang perlahan mendekati normal.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengaku kondisi pasar saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa bulan lalu.

“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” ujar Herman saat ditemui, Rabu (29/4/2026).

Ia mengatakan, dirinya baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah lokasi usahanya dibersihkan oleh pemerintah pascabanjir.

“Sudah sebulan setengah kami mulai jualan lagi setelah dibersihkan,” katanya.

Pasar daging yang berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat banjir. Sejumlah fasilitas rusak, termasuk atap bangunan yang hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.

Meski begitu, pasokan ikan kini sudah kembali normal, bahkan datang dari berbagai daerah.

“Pasokan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara juga ada,” ujarnya.

Namun, Herman berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi pasar, terutama pada bagian atap yang rusak.

“Kami berharap seng-seng yang rusak bisa segera diganti. Kalau hujan, kami masih kena air,” harapnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah sebelumnya terdampak banjir.

Pada awal masa pemulihan, Nurlela mengaku kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan pertanian warga rusak.

“Awalnya susah cari barang, sekarang baru mulai ada lagi. Saya jual ubi, bayam, kangkung dari kampung,” ujarnya.

Seiring waktu, kondisi pasar terus membaik. Pedagang pakaian, buah, hingga sembako mulai kembali beroperasi. Daya beli masyarakat pun perlahan meningkat, meski belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan data Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) per 27 April 2026, sebanyak 196 pasar rakyat di wilayah terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi secara fungsional.

Rinciannya meliputi:

114 pasar di Aceh

56 pasar di Sumatera Utara

26 pasar di Sumatera Barat

Pemulihan ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana, meskipun sejumlah infrastruktur masih membutuhkan perbaikan.

Pemerintah diharapkan terus mempercepat proses rehabilitasi agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa pulih sepenuhnya dan lebih kuat menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *