DJABARPOS.COM, Bandung – Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto menggelar konfrensi pers terkait Latihan Menembak Senjata Kelompok (Latbakjatpok) Terpadu dengan menggunakan aplikasi BMS (Beatlefield Management System) di Media Center Kodam III/Siliwangi Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung Jabar, Selasa (21/6).

Dijelaskan Kapendam, latihan menembak senjata kelompok (Latbakjatpok) digelar di daerah latihan Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Jalan Raya Cipatat, Kabupaten Bandung Barat beberapa hari yang lalu. Latihan menembak terpadu ini dilakukan untuk melihat bagaimana Sistem Informasi dan Sistem Komunikasi Terintegrasi serta teknologi BMS dapat dioperasikan dan dimanfaatkan dalam suatu pertempuran.

BMS merupakan suatu sistem untuk mendigitalkan Komando dan Pengendalian, mulai dari tahap tahapan operasi dan prosedur mekanisme pertempuran dimana sistem ini dapat meningkatkan daya tempur dan dukungan operasi prajurit di medan operasi. BMS ini dipilih atau digunakan, karena mempunyai keunggulan dalam teknologi digital, integrasi, dan kerahasiaan pada proses transfer data.

Dikatakannya, latihan yang di gelar melibatkan beberapa Kesatuan dengan mengerahkan anggotanya sesuai fungsi dan kecabangannya masing-masing antara lain, Hubdam, Paldam, Bekangdam, Den Intel , Zidam, Pendam, Infolahtadam dan Kesdam III/Siliwangi. Sedangkan Batalyon yang dilibatkan adalah Yonif 320/BP, Yonif R 300/BJW, Yonif 315/GRD, Yonif 310 /KK, Yon Zipur 3/YW, Yon Armed 4/105 GS/PG, Yonkav 4/KC dan Yonif 312/KH Kodam III/Slw.

Senejata yang dipergunakan antara lain; SMB, Minimi, SMR, SPR AW, Mortir60/CO, Mortir 60/LR, Mortir 81/TPL, PSU Mag 58, SNB Brow 50 dan Pistol G2 Combat. Sedangkan ranpur yang dikerahkan, Tank AMX13 APC dan Tank AMX -13 Canon.

Kesatuan tersebut dilibatkan dalam operasi tempur di siang maupun malam hari. Dengan medapatkan input yang diberikan dari lapangan, Latbakjatpok Terpadu digelar dengan mengandalkan BMS sebagai informasi yang dapat memetakan posisi musuh, dan tindakan apa yang harus diambil.

Dijelaskannya, dalam skenario latihan pasukan pengintai melaksanakan pengintaian pada malam hari tentang keberadaan musuh di daerah operasi. Kemudian Site Command menerima laporan dari Tim Intelpur dan melaksanakan olah yudha untuk mengambil keputusan. Site Command memerintahkan pers pos untuk melaksanakan ambus pada malam hari, dan pers pos yang melaksanakan ambus melihat ada musuh melalui CCTV Termal (sensor panas) dan melapokan ke Site Command melalui fitur “Messenger” yang ada.

Selanjutnya Site Command setelah menerima laporan dari tim ambus, memerintahkan tim bakduk untuk melaksanakan penembakan ke sasaran yang terlihat melalui kamera termal.

Pangdam III/Slw mengatakan, latihan tersebut merupakan upaya untuk membiasakan diri seorang Komandan dalam proses pengambilan keputusan, dalam kondisi apapun mampu mengambil keputusan yang pasti dan tepat pada sasaran. Pangdam pun berharap generasi yang akan datang harus memiliki gambaran yang menghasilkan output yang tepat, meskipun dalam pelaksanaannya pasti ada perbaikan secara teknis namun dalam sistem manajerialnya berani dalam mengambil keputusan.

“Latihan menembak senjata kelompok yang digelar Kodam III/Slw merupakan langkah maju dalam upaya mengasah ketajaman prajurit bertempur pada malam hari dengan memanfaatkan perkembangan teknologi Sistem Informasi dan Sistem Komunikasi Terintegrasi serta teknologi BMS,” pungkasnya. (Arsy)