DJABARPOS.COM, Jakarta – Dialog antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden menghasilkan harapan baru terkait tindak lanjut berbagai aspirasi yang selama ini disuarakan mahasiswa.
Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menilai pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil kajian mereka secara langsung kepada pemerintah.
Menurut Abdi, berbagai isu strategis yang dibawa mahasiswa mendapat perhatian dari Wapres selama audiensi berlangsung.
“Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan lebih khusus Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya usai pertemuan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah mahasiswa dari Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta diterima berdialog bersama Wapres di Istana Wakil Presiden.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa membawa sejumlah aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis, pendidikan, regulasi, Koperasi Desa Merah Putih hingga pembangunan wilayah tertinggal.
Abdi mengaku respons yang diberikan Wapres selama audiensi berjalan cukup positif dan menunjukkan adanya kesediaan pemerintah untuk mendengar kritik dari masyarakat.
“Respon dari pihak-pihak tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik,” katanya.
Ia menambahkan Wapres juga berkomitmen untuk mencatat berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa sebagai bahan tindak lanjut pemerintah.
“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami,” imbuh Abdi.
Sementara itu, dalam dialog tersebut Wapres Gibran menegaskan dirinya menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam mengawasi dan mengevaluasi kebijakan pemerintah.
“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” kata Gibran.
Mahasiswa berharap komunikasi serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar proses penyampaian aspirasi publik tidak hanya berlangsung melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui dialog yang produktif dan berkelanjutan. (Arsy)

