DJABARPOS.COM, Manila – Hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini kembali diperkuat melalui komitmen melanjutkan kerja sama pembangunan serta penegasan dukungan Pemerintah Papua Nugini terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini Justin Tkatchenko di sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina.
Dalam pertemuan itu, kedua menteri luar negeri membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari kerja sama pembangunan hingga rencana kunjungan tingkat tinggi kedua negara. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan yang selama ini terjalin erat antara Indonesia dan Papua Nugini.
Di bidang kerja sama pembangunan, Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan program bantuan renovasi rumah sakit di Papua Nugini. Program tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua Nugini.
Indonesia, kata Sugiono, memandang Papua Nugini sebagai mitra pembangunan yang penting. Karena itu, berbagai bentuk kerja sama yang telah berjalan akan terus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Indonesia adalah mitra pembangunan bagi Papua Nugini. Komitmen kami adalah memastikan kerja sama ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Nugini, tegas Menlu Sugiono.
Selain kerja sama pembangunan, pertemuan bilateral tersebut juga membahas rencana kunjungan tingkat tinggi antara kedua negara. Pemerintah Papua Nugini menyampaikan harapan agar Presiden Republik Indonesia dapat melakukan kunjungan resmi ke Papua Nugini pada awal tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Papua Nugini kembali menegaskan dukungan penuh pemerintahnya terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sikap tersebut kembali menegaskan hubungan persahabatan yang selama ini dibangun atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan.
Kedua menteri luar negeri sepakat untuk terus memperkuat kemitraan strategis melalui peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pembangunan, hubungan antarmasyarakat, dan dialog bilateral yang berkelanjutan demi memperkokoh hubungan kedua negara bertetangga. (Arsy)

