Sehari Usai Dicopot Prabowo, Kejagung Geledah Kantor BGN Jam 2 Subuh: Drama “Episode 4” Dimulai

DJABARPOS.COM, Jakarta – Drama Badan Gizi Nasional (BGN) masuk “episode 4”. Hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung bergerak cepat.

Rabu, 3 Juni 2026 pukul 02.00 WIB dini hari, Tim Pidsus Kejagung mendadak menggeledah Kantor BGN. Penggeledahan jam 2 subuh ini bikin netizen angkat alis: kebetulan atau sinyal “bersih-bersih” program MBG?

Kejagung Benarkan Penggeledahan 
Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M. Jeffry, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia menyatakan Pidsus Kejagung akan menggelar konferensi pers lanjutan untuk menjelaskan perkara yang sedang disidik.

Pernyataan singkat itu langsung viral. Efeknya di media sosial seperti “melempar petasan ke kandang kambing”—langsung gaduh ke mana-mana.

Kantor BGN Steril, Aparat Jaga Ketat
Pasca penggeledahan, suasana Kantor BGN berubah. Aparat TNI dan Polri berjaga ketat. Seluruh karyawan tidak diperbolehkan masuk ruang kerja dan diminta menunggu di lobi. Bukan “selamat pagi”, tapi “waduh ada apa ini?”

Sorotan Publik ke Anggaran MBG
Tuntutan audit publik bukan tanpa alasan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengelola anggaran fantastis:

1. 2025: Serapan ~Rp13 triliun dari pagu Rp71 triliun.

2. 2026: Pagu melonjak jadi Rp268 triliun

Dengan uang negara sebesar itu, publik wajar menuntut transparansi. Sejumlah dugaan mulai mencuat ke permukaan:

1. Dugaan jual beli titik SPPG/Dapur MBG: Lokasi dapur yang didanai negara disebut bisa diperjualbelikan ilegal.

2. ICW: Dugaan korupsi pengadaan jasa sertifikasi halal MBG 2025 dengan potensi kerugian negara Rp49,5 miliar. Modus: penggelembungan harga & pemecahan paket hindari tender.

3. KPK: Soroti mekanisme dana BGN ke yayasan pelaksana. Begitu dana cair, pertanggungjawaban dianggap selesai padahal program jalan. Celanya: belasan triliun “mengendap” di rekening yayasan.

4. Lainnya: Dugaan mark-up bahan baku & kasus keracunan massal berulang.

Prabowo: Pencopotan Baru Pembuka 
Atas masukan kementerian, masyarakat, dan penerima manfaat MBG, Prabowo akhirnya mencopot pimpinan BGN. Tapi publik menganggap ini baru “adegan pertama”.

Penggeledahan Kejagung sehari kemudian dianggap netizen sebagai tanda “film sebenarnya baru dimulai”. Kini rakyat menunggu konferensi pers Kejagung seperti menunggu episode final.

Bedanya, taruhannya bukan drama cinta segitiga. Tapi uang negara Rp268 triliun. Rakyat butuh audit, bukti, dan jawaban jernih—bukan janji manis.(**)

Catatan redaksi: Semua pihak yang disebut masih berstatus “diduga”. Proses hukum berlaku asas praduga tak bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *