DJABARPOS.COM, Jombang – Sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah menjadi fokus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Hal ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo akan konstitusi menjamin keamanan dan kenyamanan umat beragama dalam beribadah.

Dalam rangka memastikan sertipikasi tanah wakaf berjalan dengan baik, Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto turun langsung ke desa-desa, termasuk Desa Sukoiber, Kabupaten Jombang. Pada Kamis (06/07/2023), bertempat di Desa Sukoiber, ia menyerahkan 19 sertipikat tanah wakaf kepada sembilan perwakilan nazir yang hadir.

Hadi Tjahjanto kemudian berpesan kepada para penerima sertipikat agar menyebarkan informasi pendaftaran tanah-tanah wakaf dan rumah ibadah. “Saya meminta agar terhadap masjid, musala, dan seluruh tanah yang sudah diwakafkan tetapi belum disertipikatkan agar segera didaftarkan dan dilaporkan kepada Kantor Pertanahan,” ujarnya.

Kementerian ATR/BPN juga telah meluncurkan Gerakan Nasional Sertipikasi Rumah Ibadah dan Pesantren. Ini merupakan bukti negara hadir memberikan kepastian hukum hak atas tanah melalui program sertipikasi tanah bagi seluruh rumah-rumah ibadah, tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi.

“Niat dan tujuan kami, yaitu agar aset-aset rumah ibadah memiliki kepastian hukum, sehingga tidak ada celah untuk diambil oleh para mafia tanah,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN.

Turut mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kesempatan ini, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Yulia Jaya Nirmawati; Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Jonahar; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang, Tomi Jomaliwan; dan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *