Langkah Tegas Camat Andir: Maleber Disiapkan Jadi Kampung Bebas Rentenir

DJABARPOS.COM, Kota Bandung – Pemerintah Kecamatan Andir meluncurkan program Kampung Bersih Rentenir sebagai langkah penguatan perlindungan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong akses pembiayaan yang lebih aman dan formal. Kelurahan Maleber ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program yang akan menjadi percontohan di wilayah tersebut.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Roadshow Persiapan Kampung Bersih Rentenir yang difokuskan pada upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman tidak resmi atau rentenir yang kerap membebani kondisi ekonomi warga.

Sebanyak 20 warga Kelurahan Maleber akan menjadi peserta awal yang mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif. Peserta berasal dari masyarakat umum, pelaku UMKM, hingga warga yang pernah atau masih terjerat pinjaman rentenir.

Pendaftaran peserta dibuka hingga Selasa, 14 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan program dimulai pada 16 April 2026 dan akan berlangsung hingga Desember 2026. Warga yang berminat diminta menyerahkan fotokopi KTP ke pihak kelurahan atau melalui kanal koordinasi yang telah disediakan.

Camat Andir, Jon Heri, AP., MM., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat serta memperluas akses terhadap lembaga keuangan formal.

“Masih banyak warga yang terjebak rentenir karena kebutuhan mendesak dan keterbatasan akses pembiayaan resmi. Program ini diharapkan mampu memutus rantai tersebut sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program akan diukur dari menurunnya praktik pinjaman rentenir, meningkatnya penggunaan layanan keuangan formal seperti koperasi dan perbankan, serta meningkatnya pemahaman masyarakat dalam pengelolaan keuangan.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan Dinas KUKM Kota Bandung serta dukungan edukasi dari Otoritas Jasa Keuangan dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Maleber, Tina Resminingsih, S.Sos., menyambut baik penetapan wilayahnya sebagai lokasi program. Ia berharap program ini dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat dan menjadikan Maleber sebagai lingkungan yang lebih sehat secara ekonomi.

“Semoga ke depan Maleber benar-benar bisa terbebas dari praktik rentenir. Ini menjadi langkah awal yang baik bagi warga kami,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi model percontohan di Kecamatan Andir dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan terbebas dari praktik pinjaman ilegal yang merugikan. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *