Kemendagri Sorot Kerja Sama Daerah yang Mandek Seremonial

DJABARPOS.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai memperketat evaluasi kerja sama pemerintah daerah dengan pihak luar negeri. Langkah itu ditandai dengan peluncuran instrumen monitoring dan evaluasi (Monev) kerja sama internasional daerah, Senin (25/5/2026).

Peluncuran dilakukan di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, dan menjadi sorotan setelah Kemendagri menilai masih banyak kerja sama luar negeri yang berhenti pada seremoni tanpa hasil nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan instrumen tersebut disiapkan agar daerah memiliki standar jelas dalam mengukur keberhasilan kerja sama internasional.

“Manfaatkan instrumen ini dengan baik, kemudian pahami dengan baik, kemudian sosialisasikan dengan baik. Supaya apa? Supaya masing-masing daerah bisa melaksanakannya,” ujar Tomsi.

Menurut dia, kerja sama Pemda dengan pihak luar negeri sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan. Namun selama ini belum ada ukuran baku untuk menilai efektivitas maupun dampaknya.

Tomsi juga menyoroti berbagai hambatan yang kerap muncul dalam pelaksanaan kerja sama daerah dengan pihak luar negeri, mulai dari administrasi, keterbatasan SDM, regulasi, hingga pembiayaan.

Ia mengingatkan agar kerja sama internasional tidak lagi sekadar menghasilkan dokumen atau agenda simbolis.

“Sekarang ini yang dibutuhkan adalah karya nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi, setiap melaksanakan suatu perjanjian, itu output-nya ke mana? Hasilnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat kita itu apa? Itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya.

Kemendagri berharap instrumen Monev tersebut bisa menjadi acuan bagi daerah untuk memahami pola kerja sama yang efektif sekaligus menjadi sarana belajar antardaerah.

Dalam forum itu, Tomsi juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) lebih aktif membantu kepala daerah menyeleksi calon mitra luar negeri sebelum kerja sama dijalankan.

“Jadi, disaring dulu. Kemudian, kalau memberi saran, ditanya-tanya dulu ya, dilihat dari teman-teman yang sudah bekerja sama,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan mitra internasional, termasuk Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kemendagri Ahmad Fajri dan Sekjen UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *