DJABARPOS.COM, Jakarta – Indonesia kembali menemukan ‘harta karun’ berupa ptensi cadangan emas di tanah air. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu sempat menyampaikan adanya temuan sumber daya mineral berupa emas dan tembaga sebesar 2 miliar ton di tambang Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, NTB.

Hal tersebut tentunya menjadi kabar yang menggembirakan bagi Indonesia. Lantas bagaimana kabar terbaru dari temuan tersebut?

Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin menyampaikan berdasarkan laporan perusahaan yang terakhir, proses kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut masih berlangsung. Terutama untuk memastikan peningkatan status sumber daya.

“Kalau dari press release nya yang terakhir memang April 2022, jadi secara sumber daya belum ada peningkatan lagi, namun perusahaan masih melakukan kegiatan eksplorasi berupa pemboran utk peningkatan status sumber daya,” kata dia kepada CNBC Indonesia Selasa (20/12/2022).

Seperti diketahui, PT Sumbawa Timur Mining (PT STM) selaku pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 tahun 1998 hingga memang masih melakukan pencarian cadangan emas di tambang Onto, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Adapun, jika Kontrak Karya (KK) sudah dipegang oleh Sumbawa Timur Mining sejak tahun 1998, itu artinya perusahaan sudah 24 tahun melakukan kegiatan eksplorasi mencari ‘harta karun’ emas tersebut.

Presiden Direktur STM, Bede Evans menjelaskan potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu’u milik PT STM yang merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ke-7. Terutama yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998.

Saham STM sendiri secara mayoritas dimiliki oleh Vale S.A. (80%), melalui Eastern Star Resources Pty Ltd, dan sisanya dimiliki oleh PT Antam Tbk (20%). “Saat ini tim engineering kami terus mengembangkan berbagai opsi bagaimana Proyek Hu’u ke depannya dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek penambangan,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono mengatakan ‘harta karun’ sumber daya di daerah Onto, Dompu, NTB secara geologi menunjukkan tipe endapan emas yang memungkinkan memiliki total sumber daya mineral yang cukup besar. Terutama berupa emas dan tembaga dengan potensi 2 miliar ton.

Wilayah tersebut memiliki total potensi sumber daya mineral tertunjuk sebesar 1,5 miliar ton dengan kadar 0,96% Tembaga dan 0,58 gram/total Emas dan total potensi sumber daya mineral Tereka sebesar 1 miliar ton dengan kadar 0,7% tembaga dan 0,4 g/t emas.

“Jadi tipe endapan ini memiliki volume yang luas, sehingga memungkinkan memiliki total sumber daya mineral emas dan tembaga yang cukup besar sebesar sekitar 2 miliar ton. Sumber daya apa saja, yang 1,5 miliar ton sumber daya tertunjuk terdiri dari tembaga 0,96% dan emas 0,58 gram per total,” kata Budi.(Nino/Ade Suhendi)