DJABARPOS.COM, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi dan Data Pendidikan Tikomdik Dinas Pendidikan Disdik Jabar, Suhendar, pada Selasa 10/6/2026. Pencopotan dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB Jabar.
Sebagai pengganti sementara, Dedi menunjuk Mark Aditya dari Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo Jabar sebagai Pelaksana Harian Plh Kepala Tikomdik Disdik Jabar.
1. Alasan Pencopotan: Aplikasi SPMB Dikomplain Orang Tua
Langkah tegas ini diambil setelah Dedi mendatangi langsung Kantor Disdik Jabar. Kedatangannya merespons derasnya laporan dari orang tua calon murid soal kendala aplikasi SPMB.
Keluhan yang muncul antara lain: sistem membingungkan, sulit diakses saat pendaftaran, hingga perubahan data yang dinilai merugikan calon murid.
2. Sorotan Gubernur: Pembuatan Aplikasi dari Nol
Dalam kunjungannya, Dedi menyoroti proses pengembangan aplikasi SPMB. Aplikasi disebut dibangun sendiri oleh Disdik Jabar dari nol, bukan menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya.
Ia juga mempertanyakan koordinasi. “Mengapa pengembangan aplikasi tersebut tidak dikoordinasikan dengan Diskominfo Jabar sebagai pihak yang punya kewenangan dan kompetensi di bidang TI pemerintahan,” kata Dedi.
Sesuai aturan, Diskominfo memang jadi pembina teknis TIK di seluruh OPD Pemprov Jabar.
3. Plh dari Diskominfo, Sinyal Perbaikan Cepat
Penunjukan Mark Aditya dari Diskominfo sebagai Plh Kepala Tikomdik Disdik Jabar dibaca publik sebagai upaya cepat pembenahan. Harapannya sistem SPMB bisa segera diperbaiki agar pelayanan ke masyarakat lancar.
Pejabat Plh bertugas memastikan transisi berjalan dan masalah teknis aplikasi SPMB ditangani sampai pejabat definitif ditunjuk.
4. Konteks SPMB Jabar 2026
SPMB gantikan sistem PPDB. Tujuannya digitalisasi penerimaan murid biar transparan + akuntabel. Tapi migrasi sistem + lonjakan akses saat pendaftaran sering jadi tantangan teknis di banyak daerah.
Tanggapan Resmi Belum Lengkap
Hingga berita ini ditulis, Disdik Jabar belum merilis pernyataan resmi detail soal teknis kendala SPMB dan langkah perbaikan. Pihak Suhendar juga belum memberikan keterangan.(**)

