DJABARPOS.COM, Jayapura – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak publik melihat Papua dari sudut pandang yang berbeda.
Menurutnya, banyak praktik kehidupan masyarakat adat yang selama ini dianggap tradisional justru menyimpan nilai ilmu pengetahuan yang tinggi.
Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura.
Salah satu contoh yang disorotnya adalah rumah pohon milik masyarakat Korowai.
“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi,” kata Dedi.
Ia menjelaskan masyarakat Korowai mampu bertahan hidup tanpa merusak ekosistem di sekitarnya.
Kemampuan memahami alam, mengenali ancaman lingkungan, hingga membangun sistem kehidupan yang berkelanjutan menurutnya merupakan bentuk pengetahuan yang luar biasa.
Dedi menilai pembangunan Papua tidak boleh dimulai dengan menghapus cara hidup masyarakat adat.
Sebaliknya, pembangunan harus menghargai dan mengembangkan pengetahuan yang telah tumbuh selama ratusan tahun di tengah komunitas adat.
Menurutnya, kearifan lokal perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan masa depan Papua. (Arsy/Nino)

