DJABARPOS.COM, Bandung – Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., pimpin acara Tradisi dan Sertijab Danyonarh 3/YBY, Danyonzipur 3/YW, serta Dandeninteldam III/Slw, di Ruang Sudirman, Jalan Aceh No.69 Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/6).

Jabatan Danyonarh 3/YBY, dari Letkol Arh Erik Novianto, S.Sos., digantikan oleh Mayor Arh Achmad Yani, S.E.,M.Han yang sebelumnya menjabat sebagai Kasmin Pokpim Kodiklatad. Selanjutnya, Letkol Arh Erik Novianto, S.Sos., dipromosikan sebagai Dandim 0603/Lebak.

Sementara Danyon Zipur 3/YW dari Letkol Czi Dhanisworo, S.Sos. diganti oleh Mayor Czi Ryan Yustian, S.E.,M.Han yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandyasislog Slogdam VI/Mlw.

Letkol Czi Dhanisworo, S.Sos., dipromosikan sebagai Dandim 0611/Garut Korem 062/TN.

Posisi Dandeninteldam III/Slw dari Letkol Inf Robil Syaifullah digantikan oleh Mayor Inf Setiawan Hadi Nugroho, S.H.,M.I.P., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagpam Sdirlem Seskoad. Letkol Inf Robil Syaifullah dipromosikan sebagai Dandim 0614/Kota Cirebon Korem 063/SGJ.

Sesaat sebelum memberikan sambutan, Pangdam meminta tanggapan dari para pejabat yang hadir terkait pelaksanaan Sail dan Touring Sekeseler Siliwangi. Dalam kesempatan tersebut Kazidam III/Siliwangi memberikan tanggapannya bahwa inovasi merupakan suatu upaya penguatan kemampuan dalam rangka mendukung tugas pokok yang lebih optimal. Setelah mampu berinovasi dan mampu melaksanakan tugas lebih optimal, maka akan muncul kesejahteraan.

Pangdam menekankan, seorang pemimpin harus mau mendorong, memberikan kesempatan dan mau memajukan orang lain agar bisa maju dan berkembang. Dari apa yang dirasakan selama perjalanan Sail dan Touring Sekeseler Siliwangi, peran masing-masing bagian sangat terasa. Akan terlihat disuatu masa, jika TNI tidak lagi terlibat dan keluar dari kebersamaan yang telah terbentuk, akan tercetus kata TNI memang berguna.

“Kedepan kita sudah merencanakan kegiatan untuk di laut selatan, yaitu pemasangan mesin Three In One dan penataan potensi lahan kritis, yang meliputi kritis terhadap bencana, kritis terhadap konflik sosial dan kritis terhadap kandungan hara lahan,”pungkasnya. (Arsy)