DJABARPOS.COM, Kabupaten Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diteriaki Presiden saat menghadiri acara Muktamar Persatuan Islam (Persis) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/8/2022).

Teriakan tersebut bergema saat dirinya melakukan sambutan di acara tersebut.

Pantauan DJABARPOS, puluhan ribu kader ormas islam Persis memadati seluruh area stadion. Mereka telah memadati stadion sejak pagi hari. Terlihat para Pesistri memadati stadion di area tribun timur dengan mengenakan hijab berwarna pink.

Kemudian para kader lainnya berada di area tribun barat dengan mengenakan baju putih. Selain itu para pemuda dan pemudi Persis terlihat memadati area tribun Utara dan Selatan stadion.

Hal mengejutkan terjadi, yakni saat pria yang kerap disapa Kang Emil tengah memberikan sambutan. Beberapa kader yang berada di area tribun Utara, yakni yang lebih dekat dengan panggung meneriaki Kang Emil ‘Presiden’.

“Presiden, Presiden, Presiden,” riuh kader Persis saat Kang Emil memberikan sambutan.

Mendengar teriakan tersebut, Kang Emil hanya tersenyum dan tetap memberikan sambutannya dalam Muktamar Persis.

“Doakan agar sehat, dan yang hadir juga sehat semua,” ujar Kang Emil.

Dia menjelaskan saat ini Pemprov Jawa Barat terus bersinergi bersama PP Persis. Salah satunya adalah memberikan lahan untuk Pembangunan Universitas Persatuan Islam.

“Tentu hal ini dilakukan dengan harapan semoga dengan keberadaan kampus yang lebih baik ini, maka Persis akan melahirkan lebih banyak Tokoh Ulama dan juga Cendekia yang pada saatnya ikut membangun Jawa Barat dan Indonesia yang Juara,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) PP Persis Haris Muslim mengatakan teriakan ‘Presiden’ bagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut merupakan sesuatu yang spontan. Menurutnya saat ini tidak ada pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

“Itu saya kira spontanitas kader, kita tidak ada sikap resmi dari jamiyah Persis. Itu spontanitas dari warga masyarakat Persis,” ucapnya.

Haris mengungkapkan hal tersebut akan terjadi jika yang datang bukan Ridwan Kamil.

“Terus jika yang datang bukan kang Emil pun saya kira akan ada teriakan seperti itu ya,” jelasnya.

Dia menambahkan kriteria pemimpin pada tahun pemilu nanti yang terpenting adalah jujur adil dan amanah.

“Secara implementatif mengerti permasalahan bangsa dan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan permasalahan bangsa saat ini,” kata Haris.

Haris menegaskan pada tahun politik nanti mengharapkan Indonesia bisa lebih tertib. Salah satunya adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Bagaimana pun Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dari akarnya yaitu islam itu sendiri, sehingga kita harap Indonesia ini bisa lebih ramah dengan kaum muslimin dan juga terutama nilai nilai keislaman itu sendiri tidak bertentangan dengan nilai nilai kebangsaan itu sendiri,” ujarnya.(Dudyk/Dedi)