DJABARPOS.COM, Kota Bandung – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas peran strategis guru dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan penghargaan Guru Berprestasi dan Inspiratif kepada Dr. Budi Suhardiman, M.Pd., Kepala SMPN 1 Karangpawitan, Garut, yang dinilai konsisten mendorong gerakan literasi di tingkat sekolah.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara Hardiknas yang berlangsung khidmat di halaman depan Gedung Bumi Siliwangi atau lebih dikenal dengan Gedung Isola, disaksikan jajaran civitas akademika mulai dari dosen, guru besar, hingga pimpinan universitas.
Budi Suhardiman menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterimanya. Ia menjelaskan, proses penilaian diawali dari penelusuran rekam jejak profesional sebelum akhirnya diminta menyusun portofolio lengkap oleh pihak rektorat.
“Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan sebagai guru berprestasi dan inspiratif versi UPI. Saya diminta menyusun portofolio perjalanan pengabdian di dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurut dia, proses seleksi berlangsung ketat dan melibatkan tim independen. Penilaian tidak hanya bertumpu pada capaian formal, tetapi juga pada kontribusi nyata serta dampak yang dihasilkan dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Konsistensi dalam mengembangkan gerakan literasi menjadi salah satu aspek yang menonjol. Budi aktif menulis dan mempublikasikan karya, baik berupa buku maupun artikel di berbagai media daring. Upaya tersebut dinilai memberi kontribusi terhadap tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi sekolah dan masyarakat Garut. Saya merasa terhormat bisa mewakili hingga tingkat nasional,” katanya.

Selain rekam jejak, tim penilai UPI juga mempertimbangkan inovasi dan praktik baik yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Budi dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang adaptif serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Seusai upacara, Budi Suhardiman juga mendapat kesempatan berdialog dengan pimpinan universitas di kantor rektor UPI. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan sejumlah praktik pendidikan yang telah dijalankan, sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai tantangan dunia pendidikan yang kian dinamis.
Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi untuk terus beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan perkembangan zaman.
“Perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika kebijakan agar tetap relevan dalam mencetak pendidik yang unggul dan adaptif,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menyoroti bahwa budaya membaca di Indonesia masih perlu diperkuat. Menurutnya, rendahnya tingkat literasi berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di berbagai bidang.
Ia mendorong pembiasaan membaca sejak dini sebagai langkah konkret, termasuk penerapan waktu membaca minimal 30 menit setiap hari dengan bahan bacaan yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa.
Sebagai bentuk komitmen, UPI juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan para alumni. Program tersebut mencakup akses laboratorium kampus, riset bersama dosen, hingga pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pendidikan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberian apresiasi kepada guru inspiratif ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan akan dijadikan agenda rutin ke depan.
Sementara itu, Budi menambahkan, penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan inovasi serta menjaga komitmen dalam dunia pendidikan. Ia bertekad untuk terus menginspirasi dan mendorong lahirnya praktik-praktik baik di lingkungan sekolah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan sejawat di SMPN 1 Karangpawitan serta para kepala sekolah di Garut yang selama ini menjadi mitra dalam bertukar gagasan dan berkolaborasi.
“Banyak ide lahir dari kebersamaan kami. Ini merupakan hasil kerja bersama,” ucapnya.
Upacara Hardiknas di UPI merupakan agenda tahunan yang diikuti seluruh warga kampus. Namun, bagi Budi Suhardiman, tahun ini memiliki makna tersendiri karena menerima penghargaan langsung dari almamaternya.
Penghargaan tersebut menjadi penegasan bahwa dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan akan selalu menemukan ruang apresiasi. Di tengah dinamika pendidikan nasional, kiprah guru dari daerah menunjukkan bahwa perubahan dapat berawal dari ruang kelas dan memberi dampak yang lebih luas. (Arsy)

