DJABARPOS.COM, Bandung – Pemerintah menilai tantangan global yang terus berkembang perlu dihadapi dengan menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan hal tersebut saat membuka Rakernas LPM RI Tahun 2026 di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (7/8/2026).
Djamari menyoroti dinamika internasional yang dinilainya semakin kompleks. Perang antara Amerika Serikat dan Iran, konflik Rusia dan Ukraina, serta berbagai persoalan di sejumlah kawasan disebut memberikan dampak terhadap kondisi dunia.
Dalam situasi tersebut, pemerintah Indonesia disebut terus berusaha mengurangi dampak gejolak global agar tidak langsung membebani kehidupan masyarakat.
Salah satu perhatian pemerintah, menurut Djamari, adalah menjaga harga kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan harga BBM bersubsidi yang tidak mengalami kenaikan serta upaya menjaga harga kebutuhan pokok.
Berbagai program pemerintah juga tetap dijalankan agar pembangunan tidak berhenti hanya karena kondisi dunia sedang menghadapi ketidakpastian.
Djamari mengaitkan kondisi tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemampuan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Menurutnya, peluang itu bergantung pada kemampuan bangsa menghadapi tantangan strategis dari luar maupun dalam negeri.
Karena itu, ia mendorong seluruh komponen bangsa untuk membangun optimisme, ketangguhan dan semangat kebersamaan. LPM, dalam konteks tersebut, dinilai memiliki ruang untuk memperkuat program pemerintah di tengah masyarakat.
Selain persoalan ekonomi dan pembangunan, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Djamari menegaskan kondisi stabilitas keamanan nasional saat ini tetap aman dan terkendali.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Djamari juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman informasi negatif di ruang digital. Menurutnya, hoaks, fitnah dan kebencian dapat memengaruhi masyarakat apabila tidak diimbangi kemampuan menyaring informasi.
“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” tegas Menko Djamari.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum DPP LPM M. Q. Iswara menyatakan organisasi yang dipimpinnya siap mendukung kebijakan pemerintah.
“Kita siap menjadi garda terdepan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dari 38 provinsi, 33 sudah dilantik. Ada 480 di kabupaten/kota. Kami siap mendukung kebijakan-kebijakan Bapak Presiden,” kata Iswara.
Rakernas LPM RI Tahun 2026 dihadiri pengurus LPM RI tingkat pusat dan daerah, perwakilan kementerian/lembaga terkait, kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota, serta jajaran pimpinan Kemenko Polkam. (Arsy)

