DJABARPOS.COM, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai menerapkan pola baru dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi penumpukan yang kerap terjadi di akhir pekan. Melalui sistem tersebut, pengangkutan sampah hanya dilakukan hingga hari Kamis.
Wali Kota Muhammad Farhan mengatakan, setelah proses pengangkutan dihentikan sementara, fokus penanganan dialihkan ke pengolahan sampah secara menyeluruh.
“Kita hanya bisa angkut sampai hari Kamis, Jumat Sabtu Minggu kita lakukan pengolahan total,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026.
Menurut Farhan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi baru untuk menekan penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan serius di Kota Bandung. Perubahan pola kerja dinilai perlu dilakukan agar pengelolaan sampah lebih efektif dan tidak hanya bergantung pada pengangkutan.
Selain mengubah sistem operasional, Pemkot Bandung juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan sampah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pengembangan RDF atau Refuse Derived Fuel yang memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Farhan menyebut dukungan dari TNI akan membantu memperbesar kapasitas pengolahan sampah di Kota Bandung.
“TNI menjanjikan kapasitas pengolahan RDF sampai 1.000 ton,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana menambah unit pengolahan sampah dan alat pengendali polusi. Saat ini, seluruh kebutuhan tersebut masih dalam tahap perhitungan anggaran.
Farhan menilai persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan cara lama. Karena itu, Pemkot Bandung terus mencari inovasi agar pengelolaan sampah berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan sistem baru tersebut, pemerintah berharap tekanan penumpukan sampah di Kota Bandung dapat berkurang dan kondisi lingkungan menjadi lebih bersih. (Nino)

