Nilai SPMB Maung Turun Mendadak? Disdik Jabar Buka Suara, Ini Penyebab Sebenarnya

DJABARPOS.COM, Bandung – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik perubahan dan penurunan nilai skor calon murid baru pada Jalur Prestasi Non-Akademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Maung yang sempat memicu keresahan di kalangan orang tua dan peserta didik.

Disdik Jabar menegaskan bahwa tidak ada pemotongan ataupun pengurangan nilai secara sepihak terhadap peserta. Perubahan skor yang muncul pada sistem merupakan bagian dari proses sinkronisasi dan pemutakhiran data agar seluruh penilaian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar menjelaskan bahwa proses tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 27274/HK.02.03/SEKRE tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Manusia Unggul Tahun Ajaran 2026/2027.

Menurut Disdik Jabar, nilai yang tampil pada laman SPMB Maung selama proses seleksi masih bersifat sementara karena sistem terus melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen fisik yang diunggah peserta.

“Perubahan angka yang terlihat bukan pemotongan nilai, melainkan penyesuaian berdasarkan kategori prestasi yang sesuai dengan regulasi,” ujar perwakilan Disdik Jabar dalam keterangannya.

Disdik menemukan sejumlah kasus ketidaksesuaian klasifikasi prestasi yang menyebabkan skor awal berbeda dengan hasil verifikasi akhir.

Pada kategori Taekwondo misalnya, terdapat peserta yang semula memperoleh skor sementara 373,6 poin karena sistem membaca kategori prestasi berbeda. Setelah dilakukan verifikasi, skor disesuaikan menjadi 302,6 sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus serupa juga ditemukan pada prestasi Pramuka Garuda dan kepengurusan Ketua OSIS yang mengalami perubahan nilai setelah proses sinkronisasi dokumen dilakukan.

Disdik menegaskan langkah koreksi tersebut dilakukan demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta sehingga tidak ada calon murid yang memperoleh keuntungan akibat kesalahan pembacaan sistem ataupun kekeliruan saat input data awal.

Pihaknya juga meminta seluruh calon murid dan orang tua tetap tenang serta terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Kelulusan akhir nantinya akan ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan guru sesuai petunjuk teknis yang berlaku. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *