DJABARPOS.COM, Jakarta – Kementerian Agama mendukung rencana membuka kembali Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, untuk melayani penerbangan embarkasi dan debarkasi umrah pada November 2022.

“Intinya Kemenag mendukung terhadap pembukaan Bandara Kertajati untuk penerbangan umrah,” ujar Direktur Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin di Jakarta, Jumat.

Arifin mengatakan Bandara Kertajati dapat melayani jamaah asal Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian barat. Dengan demikian, masyarakat yang berada di dua wilayah tersebut tidak harus ke Jakarta lagi saat pergi umrah.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) juga, kata dia, menyambut rencana dibukanya Bandara Kertajati untuk penerbangan umrah.

“Dari sisi biaya, jelas ini akan menjadi lebih ringan. Sebab, mereka tidak harus ke Jakarta untuk naik pesawat. Juga memperpendek perjalanan darat jamaah sehingga diharapkan dapat mengurangi kelelahan mereka,” kata dia.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pemangku kepentingan telah menyiapkan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, untuk melayani penerbangan embarkasi dan debarkasi umrah pada November 2022.

“Koordinasi intensif dengan Kemenag dan Pemda terus dilakukan agar persiapannya bisa dilakukan dengan matang,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat. Menhub menyampaikan, dengan adanya penerapan zonasi penerbangan umroh dari Bandara Kertajati oleh Kementerian Agama, diproyeksikan potensi jemaah umroh mencapai 40.000 orang pada periode Januari-Mei 2023.

Ia berharap, pesawat umroh yang berangkat dari Bandara Kertajati bisa melakukan penerbangan langsung (direct flight) ke Arab Saudi.

Penerbangan umrah juga ini diharapkan juga menjadi penerbangan feeder dari daerah lain, seperti Kalimantan – Kertajati – Jeddah, yang dinilai akan membuat Kertajati lebih ramai.

Kemudian, aksesibilitas transportasi darat dari dan menuju bandara ini juga akan terus ditingkatkan melalui penyediaan angkutan jalan.

Oleh karena itu, Menhub meminta dukungan Pemda untuk menggencarkan promosi pariwisata untuk menarik minat wisatawan.

Sementara itu, Bandara Kertajati saat ini semakin aktif melayani penerbangan kargo. Jumlah volume kargo yang dilayani terus mengalami peningkatan.

Adapun maskapai yang melayani penerbangan kargo di Bandara Kertajati yakni PT Rafles Global Angkasa (Asia Cargo) dan PT Trigana Air Service. Berdasarkan data, pada Desember 2021 masih tercatat pergerakan sebesar 15 ton per hari. Per Juli 2022, sudah mencapai 40 ton hingga 60 ton per hari.

Kapasitas layanan kargo akan terus ditingkatkan menjadi 100 ton per hari atau 3.000 ton per bulan.

“Ini suatu upaya yang patut diapresiasi, meski masih di tengah pandemi sekarang setiap hari ada penerbangan kargo di Kertajati yang volumenya dilaporkan semakin meningkat,” ujar Menhub.

Kemenhub mendukung upaya yang dilakukan pemangku kepentingan penerbangan baik itu operator sarana dan prasarana penerbangan, pemerintah daerah, dan pihak swasta, dalam rangka menggerakkan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati yang sempat terdampak pandemi.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya berharap pemberangkatan haji untuk jamaah calon haji asal Jawa Barat pada tahun 2023 bisa dilakukan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Kabupaten Majalengka.

“Semoga saja dan tentunya kami berharap untuk pemberangkatan haji tahun depan (2023) bisa dari Jawa Barat. Artinya bisa dari BIJB atau Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka. Jika hal ini bisa direalisasikan untuk tahap awal mungkin, jamaah calon haji dari Ciayumajakuning bisa berangkat dari BIJB,” kata Abdul Hadi Wijaya, di Bandung, Senin.

Politisi dari Fraksi PKS DPRD Jawa Barat ini optimistis pemberangkatan haji tahun 2023 untuk Jawa Barat bisa dilakukan dari Bandara Kertajati, terlebih pembangunan asrama haji di Kabupaten Indramayu segera selesai. “Begitu pun dengan akses Tol Cisumdawu menuju Bandara Kertajati juga ditargetkan selesai tahun ini. Nah jika akses tol dan asrama haji selesai dibangun maka pemberangkatan bisa dilakukan dari Jawa Barat,” kata dia.

Abdul Hadi Wijaya mengingatkan kepada jamaah calon haji asal Jawa Barat yang sudah berada di Tanah Suci agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) karena COVID-19 tetap ada meskipun jumlah kasusnya cenderung terkendali.

“Jadi bahwa kasus COVID-19 sudah menurun betul, tapi COVID-19 belum habis atau masih ada, terlebih sekarang ada varian baru lagi. Dan kita berinteraksi dengan jamaah haji seluruh dunia. Dianjurkan sekali untuk berhati-hati, menjaga kesehatan juga bentuk kehati-hatian supaya ibadah hajinya sempurna,” katanya.(Nino/Hermawan)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *